Selasa, 18 November 2008

DOES IT WRONG BEING A SWING VOTER??

18/11/2008. Jakarta. MetroTV menyelenggarakan dialog mengenai meningkatnya popularitas partai demokrat periode Oktober-November mengungguli 3 partai besar, Golkar (di peringkat 2), PDIP (di peringkat 3) dengan narasumber Ketua LSI Saiful Mudjani dan Ketua Bappilu PDI-P Tjahjo Kumolo. Menurut kedua narasumber tersebut, fenomena ini karena adanya factor swing voters sebanyak lebih dari 40%. Prosentase ini meningkat dibanding tahun 2005 yang sebesar 25%. Menanggapi hal ini, Tjahjo Kumolo mengatakan adanya swing voters ini sangat dipengaruhi oleh iklan-iklan partai yang ada. Menurutnya, swing voters ini mencakup orang-orang yang baru menggunakan hak pilih, orang-orang yang tidak memiliki loyalitas terhadap sebuah partai, serta yang mudah terombang-ambing oleh issue-issue politik, ekonomi dan issue-issue hangat strategis lainnya. Prosentase golongan ini cukup besar di Indonesia. Sedangkan menurut saiful Mudjani, beda halnya di Amerika. “Di Amerika, jika kita bertanya pada seseorang, anda orang partai apa?, maka mereka akan dengan mantap menjawab saya orang partai X” sedangkan orang Indonesia jika ditanya hal seperti itu akan bingung sendiri” tuturnya.

Lantas saya berpikir, am i wrong being a swingvoter? Obviously, bisa dikatakan saya termasuk dalam 40% yang menjadi salah satu penentu partai apa yang akan keluar menjadi pemenang di Pemilu 2009. Namun dalam pandangan saya (meski bertolak belakang dengan 2 narasumber tersebut), saya tak menganggap swing voter sesuatu yang buruk. Kenapa? Karena saya akan tak akan terlalu idealis terhadap suatu partai, yang bukan tak mungkin suatu saat dapat melenceng dari idealisme yang sebelumnya saya dukung. Ends up nya, yang akan tetap saya pegang adalah idealisme saya sendiri untuk memilih partai yang memang benar-benar sesuai dengan hati nurani dan harapan saya sebagai warga negara.